Kamis, 19 Juli 2012


Assalamualaikum cinta, apa kabar?
Apa kabar dengan hati yang lama tak pernah ku jumpa?

Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya demi menggapai ridho-Nya?

Apa kabar dengan setia dan kejujuran?


Cinta…

Andai saja aku bisa mengungkap semua kata dan rasa dalam hati yang aku punya ini, maka seribu lembar kertas pun tak akan cukup untukku menuangkannya. Banyak sekali cinta, banyak yang ingin aku ungkap secara langsung di hadapmu nanti.


Andai kau tahu, aku hambar tanpa pengisi kasih dan pedulimu padaku, andai saja kau tahu apa yang aku rasakan ini untukmu. Cinta bukan yang bernama keegoisan rasa, bukan yang mengucap “bagaimana?” namun “aku mengerti”,
bukan “kamu di mana?” tapi “aku di sini”, bukan “aku ingin kamu seperti ini" akan tetapi “aku mencintaimu dengan apa adanya dirimu”.

Sepinya diriku tanpa kau di sini, hampanya hatiku karena ku tahu dengan nyata kau tak berada di sampingku,
seringnya kau patahkan aku, namun aku bukan seorang yang mudah menyerah. Aku bertahan, karena ada kejujuranku untuk mengasihimu.

Luka itu memang sakit cinta, akan tetapi lebih sakit lagi jika aku membohongi diri ini.
Mungkin aku bisa menggunakan dusta putihku, namun selama aku masih bisa menjaga kebaikan dalam jujurku, sungguh demi Dia yang Maha Menghargai, ku akan berjalan di sini tanpa ada paksa dari siapapun, dan yang utuh adalah hanya ada nurani dan hati yang suci.

Ketika luka–luka telah mengering,
selama itu pula aku haus untuk merindukanmu, pun selama luka itu masih basah dan masih pekat terasa ngilu di ulu hatiku.

Cinta,
inginnya aku bersamamu, menjaga hatimu, mendampingimu ketika resah dan gundah melandamu, ahh… cinta akankah kau tahu begitu dalamnya kasihku. Sehingga semua luka dan kecewa itu tak akan mampu mengubahnya, sekalipun pernah kau memintanya untuk aku melakukannya.

Maafkan cinta, maafkan aku, karena aku terlalu jujur pada perasaanku.
Dan semua, semua masih tetap utuh pada tempatnya.

Rasa yang bercampur baur, ada duka, ada kecewa, namun ada pula rasa percaya di antara sejuta ragu, ada setitik cahaya diantara gelapnya cakrawala.
Ketika semua terhempas karena sia–sia, maka akan ku coba pelajari kesedihan ini, kesakitan ini, dan ku anggap ini sebagai hadiah “besar”-Nya.

Derita ini adalah anugerah dan suatu kehormatan tersendiri bagiku di atasnya dan di bawah kekuasaan-Nya.
Jiwa tak akan pernah mengenal arti tegar jika ia hanya datar merasakan perjalanan hidupnya. Hati tak akan pernah mengerti rasa sakit, jika ia selalu bahagia, Maha Suci Tuhan Semesta Alam atas segala rangkaian hidup yang sempurna ini.

Dan cinta,

Kau membuatku banyak belajar dalam sakitnya aku ketika aku terhujam mendekam dalam tebing bebatuan yang tajam.
Kau membuatku menjadi orang “besar” dalam rasa kesyukuranku pada-Nya.

Terima kasih cinta, kau membuat aku menjadi jiwa yang sabar atas segala penantian dan pengertian.
Secuil apapun itu harapan adalah tetap menjadi harapan. Dimana ia juga bisa tumbuh dari rasa kecewa, dari rasa luka. Maka biarkanlah ia tumbuh menjadi dewasa dalam matangnya pemahaman. Mungkin aku akan berdiri di atas rangakain jerami yang selalu ada di depanku ketika aku berjalan, dan tiada lain adalah rasa sabar ketika aku harus membersihkannya, tiada lain dari rasa ikhlas ketika aku merasa lelah untuk merapikannya agar ia tak melukaiku. Namun ketika goresan luka itu ada, tiada lain pula rasa bertahan dan pengupayaan untukku mengobatinya. Dan tiada lain dengan rasa tulus aku melakukannya.

Begitu pula dengan mu cinta,

Jika pun harus ada air mata, maka biarlah ia menjadi teman sedihku untuk menyayangimu.
Jika ada rasa sakit mendera, maka biarkanlah ia menjadi teman setiaku dalam bertahan atas segala kejujuranku padamu.

Sungguh aku bersyukur,
karena aku mengenalmu cinta, sekalipun aku tak pernah utuh memilikimu, sekalipun utuh yang kau punya tak hanya untukku. Jangan tanyakan tentang kesedihan yang kau pun tahu cinta. Jangan bertanya tentang rasa sakitku, bila kau pun merasakannya. Aku memang manusia biasa, yang tak sempurna, dan kadang salah. Namun rasa kasihku telah mengalahkan rasa sakitku, rasa kasihku mengalahkan egoku dan rasa sayangku telah mampu mengobati luka – luka itu.

Cinta,

Kapan aku bisa menyentuhmu?
Dimana aku bisa menemui hangatnya jemarimu mengusap semua peluhku? Ataupun sebaliknya aku yang mengusap peluh di wajahmu. Dan aku yang akan membelai lembut bahumu ketika kau goyah di jalan perjuanganmu bersamaku, agar kau tahu betapa pedulinya aku terhadapmu.

Cinta,

Dalam sujudku pada-Nya, ku titipkan doa dan pintaku,
semoga kau senantiasa dalam penjagaan-Nya ketika penjagaanku tak sampai padamu, semoga kau selalu dikasihi dan disayangi -Nya ketika kasih dan sayangku tak mampu melampaui dimana kau berada saat ini. Ku pinta pada-Nya agar Cinta-Nya selalu ada untukmu, ketika aku tak sanggup lagi mencintaimu.

Ku tegarkan segala kerapuhan, kan ku indahkan segala kesedihan.
Bahagiamu adalah doa dan harapku. Senyummu, menjadi suatu cita–cita dimana aku bisa merasakannya itu tulus hanya untukku. Semoga kan selalu baik adanya, meskipun jalan ini tak sempurna. Ucap terakhirku, ku harap kan terbaca jelas di mata dan hatimu. Aku mengerti. Aku di sini, dan aku mencintaimu apapun adanya kau dengan segala kurangmu.

Dan biarlah,

Biarkanlah tulusku yang mencintaimu.


)*Lentera pekat antara sulaman kabut putih....

Rabu, 18 Juli 2012


Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang

Wahai impian ketiga-ku
Sungguh engkau Impian ketiga-ku setelah Ridho Allah dan Keselamatan di hari akhir..
Wahai impian..
aku selalu menantimu, sampai diri ini pantas untuk qualitas indahmu.

Wahai impian ketiga-ku
tahukah engkau, dalam do'a-ku aku memohon kepada Allah agar kelak aku berkata seperti ini kepadamu "sayang dengarkan aku, demi dzat yang tidak pernah menyalahi janji, sesungguhnya Dia telah memperkenankan salah satu do'a-ku yaitu mengaruniakan jiwa yg sholeh yang apabila aku memandangnya makin bertambah rasa syukurku  dan sekarang dia telah hadir dihadapanku".

Wahai impian ketiga-ku
Aku mengerti, jauh sebelum aku berdo'a :
'' ya Allah karuniakan kepadaku
seorang istri yang sholeh, seorang istri yang apabila aku memandangnya makin bertambah rasa syukurku, seorang istri yang apabila aku memandangnya menentramkan hatiku''
jauh sebelum aku memohon seperti itu
Allah telah menentukannya untukku.
Namun aku juga mengerti Allah telah mengetahui aku berkata hal itu, jauh sebelum aku berkata hal itu.

Wahai impian ketiga-ku
aku selalu merindukanmu,
seandainya saja rindu itu seperti gelombang air,
tentu saja ia akan lebih dahsyat dari gelombang tsunami, yang mampu menghancurkan apa saja yg diterjangnya, begitupun hati ini, kalau saja aku tidak ingat akan janji Yang Maha Pengasih, mungkin hati ini sudah hancur karena rindu itu..

Wahai impian ketigaku
Aku selalu menantimu hadir kepadaku dengan jiwa yang hanya mengharap Ridho Allah.
Wahai impian ketiga-ku
Aku selalu menanti saat itu, saat yang telah ditentukan Yang Maha Pengasih, yaitu mempertemukan kita berdua. Nantikan aku impian ketiga-ku



Aku tak kuasa menatap mata elangmu. Namun aku hanya mampu menolehmu dengan senyum persahabatan ^_^ . Biarlah aku mengenalmu lewat doa. Karena tiada kata seindah DOA

Jumat, 06 Juli 2012

Assalamualaikum semangat ku? Masih tetapkah berada disana? Adakah kau setegar karang didasar lautan? Sekokoh karang disepanjang tepian pantai?

Penantian, lumayan cukup melelahkan. Lebih identik jika dikatakan "menunggu".  Berbulan-bulan jiwa ini tak tenang.  Kapan gerangan pengumuman terpajang.  Daftar tunggu pelaksanaan Microteaching, memenuhi syarat salah satu kelengkapan saat menjadi wisudawan dan wisudawati.

Tiba saatya harap dan cemas membaur jadi satu.  Gelombang hati mulai pasang.  Berdebar-debur laksana ombak dilautan lepas. Alhamdulillah Juni penuh barokah menghampiri jelaga jiwa.  Mata enggan lepas memandang.  Benarkah sederatan nama terpajang salah satunya adalah kelompok saya.  Ya, tidak salah lagi.  Papan pengumuman menjadi saksi tak terbantahkan.  Kelompok 14 Microteaching ada nama saya, tepat diurutan ke-enam.  Dari sempuluh anggota terdaftar dua orang terpisahkan dari kelompok yang seharusnya kami daftarkan.  Kelompok yang sediakala beranggotakan 10 orang kelas Reguler-B (Khusus) digantikan dua orang dari Reguler-A.

Yupzzz, waktu tampil mulai merapat.  Aktivitas kampus menampakkan geliat hebatnya.  "Satu hari untuk selamanya", inilah sederatan kalimat senandung asa setiap kali jejak-jejak kaki melangkah.  Subhanalloh, dua minggu berturut-turut menghantarkan kami kepada tujuan sebenarnya.  Kekompakan tim, kerja keras, dan sabar.

Tiga kali rombak nyaris empat skenario dan materi, tak masalah... semua teratasi dengan mudahnya.  Pulang larut, naik motor menyusuri jalan tol ibu kota lantaran terpaksa menjadi lembaran kisah yang terlupakan, digenapi  kegelapan malam karena PLN dimantikan secara serentak disemua penjuru kota.


Potret kisah Elegi 2 Rasa antara Suka dan Duka....
Apapun situasi dan kondisinya tetap eksis dengan gaya hehehe....


Jum'at, 28 Juni 2012: Eksyen sebelum jadi Murid...^^


Pukul 14.15, masih eksis dengan gaya, chieersss...


Pra Micro: Latihan sesi akhir. Jum'at, 28 Juni 2012, pukul 20.00. Udah malam guys masih betah ajah ngampus.....


Empat personil kelompok 14 dari jumlah peserta.
Lah, yang enamnya lagi mana?
Tuh, ada dibelakang lagi rumpi...:)
Sabtu, 29 Juni 2012, Gedung E Lantai teratas (Lt.4)
Labor Micro masih kekeh dengan gemboknya, kelompok 14 siap unjuk gigi...^~


Sukses Micro, dapet job tambahan perbaikan laporan. Semangka............ ehhh semangattt....


Alhamdulillah. Semuanya sukses dan lancar....^^


Inilah sobat cuplikat kisahku bersama almater biru.  Terima kasih untuk kelompok 14 : Aang Gunaifi, Heru Pracaya, Sulanti, Rita Andriani, Fitri Ellis, Zalmiana, Purwaningsih, Ayu Indri Kartika, Nanik Eni, dan saya tentunya.  Kebersamaan kita memang singkat, tapi kebersamaan ini akan selamanya melekat.  Salam Kopasta (Konseling Pancawaskita)...... Sukses dan jaya untuk kita semua....^^

Rabu, 20 Juni 2012


Ku temukan engkau dalam istikharahku, meski tak kutahu apakah memang dirimu yang telah ditulis-Nya di Lauhul Mahfuz bersamaku.

Cinta, tak mengapa saat ini kita jauh karena kita memang belum halal.  Karena kelah Alloh yang akan menyatukan kita dalam ikatan suci karena itu jauh berarti.  Jauh lebih abadi….
Insya Alloh karena ku yakin, janji Alloh adalah pasti.

Lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik…. Seperti inilah ku mencintaimu… dengan menjaga kesucian diri, jiwa dan hatiku serta dirimu hanya untuk ku persembahkan padamu kelak.

Oleh karena itu cinta, jaga kesucian cintamu juga hanya untukku.  Ya Rabb… pada-Mu ku curahkan cintaku padanya.
 
Cinta itu fitrah. Jagalah ia jangan sampai jadi FITNAH.  Cukup cintai aku dalam diam dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan.  Karena tiada yang tahu rencana Alloh… mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan.
 
Serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya.  Biarkan IA yang mengatur semuanya, hingga keindahan itu datang pada waktunya.  Untukmu calon imamku, yang tiada siapapun mengenal termasuk diri ini.  Dirimu masih termasuk rahasia Penciptamu.  Rahasia yang telah ditentukan untukku.  Yang perlu ku singkap dengan segunung taubat.  Dan kesungguhan sujudku.
 
Cuma jembatan istikharah jua yang bisa mengungkap rahasia itu.  Sampai saatnya nanti ku temukan dirimu di istikharahku.
 
Jika mimpi mampu ku beli….
Dan khayalan mampu ku ciptakan…
Kan ku berikan mimpi yang paling sempurna….
Nan bisa membuat senyum kecilmu merekah…

Ya Akhi, akal kami setipis rambut kami, maka tebalkan itu dengan ilmu agama yang ada padamu, hati kami serapuh kaca maka kuatkan itu dengan keimanan mu, dan perasaan kami sehalus sutera, maka bombing kami dengan akhlak dan kebajikan.  Tapi kenalkan kami pada Rabb-Mu, agar fitrah kami yang tercipta dari tulang rusukmu yang paling bengkok, tidak selamanya bengkok.  Kekurangan akal dan ilmu agama kami, tak menyesatkan kami.

Duhai engkau sang pasangan tulang rusukku, mungkin suatu saat kau akan merasa lelah membimbingku. Tapi kumohon jangan pernah menyerah membimbingku. Meski harus berkali-kali kau memberitahuku karena kemampuan mencernaku yang lamban. Tapi setiap kata yang berhasil kucerna, tak akan kubiarkan keluar dari otakku.

Duhai engkau sang pasangan tulang rusukku, tulus harapku kuhaturkan padamu, semoga engkau bisa menghadirkan semua itu. Menjadikanku insan bahagia dengan kasihmu. Membuatku semakin dekat dan mencintai Rabb ku.

Aaaminnnn.


Note:
Mencintai seseorang itu adalah hak kita, namun memiliki seseorang yang kita cintai tanpa ikatan resmi bukan hak kita.  Jangan pernah takut melepaskan sesuatu yang belum berhak kita miliki, dia pasti akan kembali jika Alloh jadikan ia untuk kau milikki. Atau Alloh akan menggantinya dengan jauh yang lebih baik dari yang sekarang.  Duhai Saudariku, jangan pernah takut kehilangan sesuatu yang bukan menjadi hak kita.  Boleh jadi kita menyukai sesuatu padahal hadirnya tidaklah baik bagi kita dimata Alloh. Sebaliknya, boleh jadi kita membenci sesuatu namun sejatinya itulah yang terbaik untuk kita berdasarkan pandangan Alloh azza wajalla.

Percayalah… bahwa sebaik-baiknya pilihan tetap pilihan Alloh yang terbaik.  Dan sebaik-baiknya rencana tetap rencana Alloh lah yang terbaik.

Rabu, 13 Juni 2012




Banyak bagian yang harus kau susun

hingga menjadi susunan puzzle yang sempurna

Jangan terpaku hanya satu bagian

Sementara bagian yang lain kau acuhkan

Ayolah.. simpan kepingan itu dulu..

susun kepingan yang lain...

hingga pada saat yang tepat.. kau bisa meletakan kepingan

yang kau inginkan itu...

letakan dia dengan hati2 pada bagian yang tepat...

dan lihatlah… begitu sempurna karenanya...

karena bagian itu...

adalah kepingan hati yang kau cari...


Bismillahirahmanirahim…

Kusebut nama-Mu ya Allah, Maha Agung.. Maha Pengasih tanpa pilih kasih terhadap semua ciptaan-NYA..

Setelah sekian lama rasa ini mengusikku, dan karena keegoisanku semata membuat ” rasa” ini menjadi liar dan sulit untukku kendalikan. Ya Rabb… sungguh mengingatnya membuat aku ingin menangis, membuat ritme jantungku tak teratur dan pikiranku menghilang entah kemana.
Ya Rabb.. akhirnya.. aku hanya bisa pasrah.. aku sadar.. aku lemah dan tak berdaya akan perasaan ini dan aku ikhlas untuk mengembalikan rasa ini kepadaMU… dan aku berharap.. Allah akan memberikan yang lebih indah padaku kelak nanti..amin

Hmmmm…

Sadarlah.. sangat banyak yang lebih penting untuk kufikirkan.. tidak seperti sekarang, yang fikiranku melayang bebas tanpa arah yang pasti.. terlalu jauh ku melangkah dalam kemayaan ini.. padahal sudah pasti tak ada tujuan jelas disana. Sementara, dunia nyataku mulai membias dihadapanku, berguguran satu per satu helaian impianku dan sekarang.. aku sadar.. aku masih mempunyai banyak kerjaan yang harus di kerjakan..

  • Membahagiaan Bunda, Ayah, dan keluargaku.
  • Fokus dengan kuliah.
  • Profesionalismeku di kantor
  • Kajian Islamku
  • Komitmen terhadap prinsip, cinta-cita, dan mimpi
  • Hobbi menulisku
  • Planning bisnis
  • dan segudang aktifitas dan mimpi-mimpi yang segera ingin ku ubah menjadi kenyataan


Aku memang harus sibuk ya… SIBUK... dan lebih sibuk lagi untuk mengalihkan perhatian ini.. banyak proyek dunia dan akhirat yang menanti komitmen dan kerja keras ku.. Aku hanya ingin menjadi lebih baik lagi.. menjadi muslimah... menjadi sholihah seutuhnya. Menjadi bagian dalam dakwah suci ini adalah penghargaan paling berharga untuk aku seorang wanita akhir zaman. Dan tidak akan kubiarkan kesuciannya aku nodai hanya kisah klasik seperti ini.. menggalau seakan dunia tidak berpihak pada ku lagi… Ya Rabb.. tolong jaga hati ini jangan biarkan cinta yang kauberi bermekaran sebelum Engkau izinkan... dan tolong jaga ia selalu.. seseorang yang pernah membuat diri ini terpesona.

Percayalah…Allah akan mempertemukan kita, jika memang berjodoh... kita tak usah dulu saling kenal sebelum kita benar2 siap. Allah punya rahasia dibalik semuanya yang terjadi pada diri kita. Jika kita tidak berjodoh tentang cinta, kita bisa bersihkan  hati kita, jangan pelihara yang bukan milik kita. Mari kita titipkan kepada Allah dan kita kosongkan dulu relung qalbu kita hanya untuk-NYA. Jadi saat ini tak ada cinta… Insya Allah pada nantinya Allah akan memberikan kita wadah suci itu, bila Allah berkehendak. Tak ada ikatan.. dan aku tidak menunggumu, karena aku... hanya akan menunggu keputusan Allah akan jodohku nanti…

Aku harus tetap semangat...^^
Diantara 7 pintu Syurga yang ALLOH sediakan untuk hambanya yang bertaqwa, izinkanlah aku untuk memasuki salah satu diantara 7 pintu Syurga itu....



"Saya berharap senyuman yang manis setelah kesedihan yang memanjang. Seperti mana orang katakan, akan mucul pelangi setelah hujan.  Sebagaimana janji Alloh di dalam Al-Quran, orang-orang yang bersabar akan ujian yang diberikan-Nya akan mendapat ganjaran yang besar, insyaAllah."


Selasa, 22 Mei 2012


Seekor kucing dan dua ekor anaknya pindahan rumah. Dua ekor anak kucing tidak lagi berusia balita mustahil diangkut kedua-duanya. Sementara sang Ibu asyik dengan kebimbangan menaiki anak tangga berjumlah sepuluh, sedangkan anak yg satunya menguntit dari belakang (Ceritanya neh takut ditinggal sendirian dikira ditelantarkan.... ckk...ckkk...)...

Clingak clinguk diteras memperhatikan sang majikan udah pulang apa belum neh... (hii..hiii... takut ketahuan niye....^^)

Wah, kesempatan pas banget pintu depan kebuka... sang majikan rupanya asyik mengerjakan pekerjaan diteras belakang.  Jadilah diam-diam pus berhasil membawa anaknya yang pertama mengungsi kerumah majikan.

Si anak kecil mungil meronta di bawah anak tangga nungguin nyokap belum juga balik (cup...cup... kangen emak ya).  Menunggu dan terus menunggu kering sudah lelah.  Anak kucing berlari meninggalkan anak tangga menyadari sang bunda tak menampakkan batang hidungnya (Loh,,, bukannya taring???)

Beberapa detik kemudian setelah sang anak pergi sang induk rupanya menyadari bahwa permata hatinya satu lagi menunggu di bawah.  Malangnya permata hati dimaksud tak dijumpai dimana-mana seberapa kuatpun ia memanggil si buah hati tetap tidak terngiang sahutan balasannya. (Cie... anak pus bisa ngambek juga).

Asyik mencari buah hati rupanya sang majikan lebih dulu buru-buru ambil tindakkan meminidahkan anak kucing yang berada dirumah. ketempat semula (Oww... oww... majikan sadis pus kena deportasi untuk kesekian kalinya). Nasib... nasib.... semangat pus pantang menyerah... majikan suatu hari pasti lengah.... (Ha...ha...ha... ngompor-ngompirin).
 
© 2012. Design by Main-Blogger - Blogger Template and Blogging Stuff